Metode Farmakologi
Media Lowenstein Jensen merupakan suatu media berbasis telur yang akan digabungkan dengan penggunaan elektrolit dan juga malachite green. Media ini umum digunakan dalam isolasi, kultur dan studi kerentanan Mycobacterium tuberculosis terhadap obat. Teknik pengujian antituberkulosis secara in vitro disini menggunakan media Lowenstein Jensen dengan menguji aktivitas dari ekstrak etil asetat daun kenikir dan daun sendok. Sehingga digunakan 3 Kadar ekstrak yaitu 0,25 mg/ml, 0,5 mg/ml dan 1 mg/ml.
Link Youtube :
Uji aktivitas Antituberkulosis pada video menggunakan media lowestein jensen. Di mana media Lowenstein Jensen merupakan suatu media berbasis telur yang akan digabungkan dengan penggunaan elektrolit dan juga malachite green. Serta pada video disebutkan bahwa penambahan gliserol bertujuan untuk dijadikan sumber karbon dan energi untuk metabolisme serta mempercepat pertumbuhan dari bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bagaimana jika tidak ditambahkan gliserol atau malah ditambahkan senyawa karbon jenis lainnya apakah ada pengaruh signifikan yang diberikan karbon jenis gliserol tersebut?
BalasHapusSelain menjadi sumber karbon dan juga energi gliserol sendiri mempunyai fungsi untuk memperpanjang waktu atau daya penyimpanan dari suatu formula dan juga gliserol disini bisa menjadi pelindung bagi media sehingga tidak adanya sel jamur yang akan menganggu. Jadi jika tidak adanya penambahan gliserol akan menyebabkan tidak adanya kestabilan dari viabilitas media selama penyimpananan dab daya simpan menjadi singkat serta sel jamur akan dengan mudah menempel pada media
HapusDapat dipahami bahwa penambahan gliserol jika tidak adanya penambahan gliserol akan menyebabkan tidak adanya kestabilan dari viabilitas media selama penyimpananan dan daya simpan menjadi singkat serta sel jamur akan dengan mudah menempel pada media. Untuk itu apakah lamanya pertumbuhan dari bakteri berpengaruh dan dapat merusak kualitas dari media sehingga bakteri yang tumbuh juga berkurang kualitasnya?
HapusLamanya pertumbuhan akan menyebabkan kerusakan dari media karena penurunan aktivitas dari bakteri dan hal ini bisa menyebabkan berkurangnya kualitas yang akan dihasilkan.
HapusBaik dapat dimengerti, lalu dijelaskan bahwa ekstrak etil asetat daun sendok dan daun kenikir dengan konsentrasi 1,00 mg/ml memberikan hasil tidak adanya pertumbuhan M.tuberculosis. Mengapa pada konsentrasi tersebut tidak ada pertumbuhan M.tuberculosis apakah ada pengaruh atau faktor dari daun sendok dan daun kenikir yang digunakan apakah ada kriteria tertentu dari sampel yang harus digunakan?
Hapusya tentu, dimana jika kita menggunakan dimana jika konsentrasi dari esktrak tersebut semakin tinggi maka tinggi konsentrasi yang digunakan, maka kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri semakin kuat, hal ini disebabkan karena jumlah zat antibakteri yang ada terkandung pada setiap peningkatan konsentrasi tersebut akan semakin besar
Hapus